Minggu, 28 Februari 2016

Cuti Kuliah Saya

Pada tanggal 26 Februari 2016 adalah hari terakhir daftar ulang (Perpanjangannya), dan saya baru mendapati pinjaman uang, baru jam 14:45 WIB. Padahal Bank akan tutup pada jam 15:00 WIB.

Dapat pinjaman uang, lalu datang ke bank syariah di kampus kite tuh. Pas datang dan liat, eh udah tutup Banknye, kate petugasnye udah tutop. Sistemnya pon udah di matikan, petugas itu menyarankan supaya saya pergi ke bank yang di depan Mega Mall Ayani. Alhasil saya pun tancap gas menuju ke sana. Rupanya sudah tutup juga, aduh mati saya, bisa2 cuti kuliahnya (Pikir saya dalam hati). Saya bilang ke satpamnya, bahwa ini penting demi masa depan saya, akhirnya satpamnya iba dan mau membukakan pintu bank tersebut.

Memang di hari itu hari sangat genting, dimana saya harus mempertaruhkan semuanya. Mau jual apa? Semua sudah habis barang-barang terjual dan itu masih belum cukup untuk mendapatkan uang sebesar Rp 900.000. Dengan orang tua? Ah tidaklah. Tapi dalam hati saya cukup senang karena begitu banyak kawan2 yang suport dan beri semangat, terutama dari kawan kelas tetangga. Ya, kelas tetangga yg beri semangat, lalu teman kelas saya kemana? Tidak ada, dan hanya satu orang saja yang beri semangat. Semua seakan sibuk pada urusan masing-masing.

Saya sudah berkeyakinan, bahwa sudah tidak ada harapan lagi untuk kuliah dan cuti adalah jalan satu2nya. Karena boleh dikatakan juga, sebagaimana yang sudah saya tulis sebelumnya bahwa, semuanya karena uang.

Benar.
Ada uang, mulus,
Tak ada uang, mampus.
Masuk di suatu lembaga pun (Nyogok), lulus.
Itu berkat apa? Fulus.
Orang pun dengan ini sangat haus.
Sangat sulit membedakan penghianat dengan yang tulus.
Us,us,us kau pergi sana mampus. Kau tak punya beberapa ratus.

Sungguh tak ada yang bisa diharapkan lagi, bahkan ada yang ikut menertawakan. Mungkin dia senang dengan dicutinya saya kuliah. Tertawa adalah jalan pemuasnya. Senang melihat saya tidak bisa daftar ulang.

Masuk di Bank Syariah yang  berada di lokasi jalan Ayani itu, kemudian saya dipersilahkan masuk, dan dimintai untuk duduk, kata petugas itu. “Tenang, kamu gak akan cuti kok, sekarang isi formulirnya dan isi semua yang tertera di slip setoran ini”. Jadi, saya cuti kuliahnya gak jadi. Jadilah saya bisa daftar ulang dengan uang pinjaman tersebut, terlambat 2 menit saja, kata petugasnya, kau tak bisa daftar ulang lagi. “Bisa cuti kau jadinya”. 
Share: 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda