Rabu, 30 Agustus 2017

Pendidikan Itu Sangatlah Penting

Saya tak pernah menyangka bisa mengenyam pendidikan sampai sarjana. Jadi, intinya dulu itu, pokoknya saya harus sekolah. Terserah sekolah apapun itu. Begitu juga dengan masalah kuliah di suatu kampus. Pokoknya kuliah, terserah di kampus mana. Tak ada ekspektasi bahwa saya harus lulus secepatnya, tak ada niat untuk menggapai IPK tinggi dan terserah mau kerja dimana, kecuali belakangan ini memang saya sudah mewacanakan untuk jadi wartawan. Saya nikmati semua proses itu sejak dibangku sekolah dan kuliah.

Share: 

Sabtu, 26 Agustus 2017

Menjadi Wartawan

Halo sahabat semua. Kali ini saya mau cerita tentang hal-hal yang ingin saya lakukan. Adapun hal yang ingin saya lakukan adalah membuat nyata cita-cita yang saya impikan semenjak semester tujuh kuliah dahulu. Bukan tanpa sebab, dengan masuknya saya di Club Menulis di kampus, tiba-tiba hasrat untuk bercita seperti inilah yang saya mesti idamkan.
 
Share: 

Selasa, 22 Agustus 2017

Tak Ada Sarjana Menganggur

Kerja sudah saya dapatkan. Syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Terima kasih kepada orang-orang yang sudah percaya dengan kemampuan saya ini. Tak perlu repot-repot lagi buat cari sana-sini lowker. Lamar sana-sini pun tak ada. Semua berjalan dengan mulus. Bahkan, kebingungan saya mau kerja dimana. Banyak tawaran kerja juga.


Share: 

Senin, 21 Agustus 2017

10 Hal yang Kau Dapati Saat Menjadi Mahasiswa

Mahasiswa, seperti yang pernah dosen saya waktu itu katakan. Dua kata yang dipisah, maha dan siswa. Maha itu identik dengan sebutan Tuhan yang super. Maha Pengasih, Maha Penyayang. Maha agung. Sedangkan siswa, yang juga biasa kita ketahui adalah siswa-siswa dalam artian pelajar atau pembelajar. Jadi, kalau boleh saya artiken mahasiswa itu adalah pembelajar yang super.

Share: 

Minggu, 13 Agustus 2017

Lima Website Menulis Artikel yang Dibayar

Lima Website Menulis Artikel yang dibayar. Halo semua, kali ini saya akan membahas situs yang bisa dijadikan lahan buat cari rejeki. Nih buat yang pusing lagi nyari kerja dan katanya cari kerja itu susah dan banyak sarjana yang menjadi pengangguran. Kata siapa? Tidak bekerja bukan alasan lagi. Apalagi kalo saya dengar sarjana yang bilang bahwa banyak sarjana yang menjadi pengangguran. Duh, miris sekali saya lihatnya. Kuliah hanya sebatas buat kerja. Kerja aja, gak usah belajar di sekolah dan di bangku kuliah.

 
Share: 

Selasa, 08 Agustus 2017

Senin, 31 Juli 2017

Minggu, 30 Juli 2017

Sabtu, 29 Juli 2017

Lima Trik Mengusir Galau

Semua orang pasti pernah merasakan galau. Entah itu apa sebabnya. Galau sering identik dengan kesedihan. Sedih karena ada masalah dengan keluarga, keuangan hingga asmara. Jika berbicara tentang galau, siapa sih yang tidak pernah merasakan galau itu. Saya sendiri bahkan sering galau (Eits jadinya curhat).


Share: 

Kamis, 27 Juli 2017

Lima Rekomendasi Lokasi Pontianak

Oke kali ini saya akan membahas beberapa destinasi di Pontianak yang saya rasa perlu Anda kunjungi. beberapa tempat yang saya maksudkan ini adalah bukanlah sebuah kafe atau pun berbagai macam kuliner yang ada di Pontianak. Tetapi kita akan melihat tempat  yang lumayan untuk dikunjungi.


Okelah langsung saja pada pembahasan intinya. Jangan bertele-tele. Nanti tak ada yang mau berkunjung di blog sederhana saya ini. Langsung saja.

Pertama, Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat


Masjid terbesar di Kalbar ini ternyata juga banyak dikunjungi orang. Eits jangan salah snagka, ini masjid bukan tempat wisata, melainkan tempat ibadah umat Muslim. Jadi, mari ramaikan masjid di sekitar kita.

Kedua, Rumah Melayu Kalimantan Barat

Yang jelas ini salah satu rumah budaya orang Melayu. Tapi sepengetahuan saya, sangat jarang ada event-event budaya disini. Entahlah apa penyebabnya. Sangat sepi sekali dari kegiatan yang bersangkutan dengan kemelayu-an. Palingan tempat ini biasa dijadikan tempat pernikahan saja. Ya, itupun kalau ada resepsi. Biasanya sepi sekali. Tapi boleh kok kita berkunjung disana. 

Ketiga Rumah Radang Kalimantan Barat

Salah satu rumah adat Dayak Kalbar. Cukup besar dan berdampingan dengan Rumah adat Melayu Kalbar. Berbeda dengan rumah Melayu disampingnya, rumah adat ini cenderung ramai. Hampir tiap bulannya selau ada even. Entah itu seminar bahkan kongres setingkat internasional pun pernah diadakan baru-baru ini disini. Ya, saya sih tidak ada niat untuk membanding-bandingkan antara keduanya. Tapi itulah yang saya saksikan.

Keempat, Taman Digulis Pontianak

Ini tempat strategis dan asyik buat nongkrong asyik bagi kawula muda dan keluarga. Biasanya ketika malam selalu ramai disini. Yang lebih serunya itu kita bisa melihat kendaraan roda dua dan empat melintas di areal. Sebab lokasinya di lintasan jalan Ahmad Yani, Pontianak yang cukup padat lalu lalangnya orang.

Kelima, Taman Akcaya Pontianak

Terletak di depan rumah Melayu dan Radank ini rupanya banyak dikunjungi oleh masyarakat khususnya pada malam hari
.
Itulah lima destinasi yang saya rekomendasikan pada tulisan ini. Untuk lebih lengkapnya, mari kunjungi lokasi-lokasi yang telah saya sebutkan diatas.

Share: 

Rabu, 26 Juli 2017

Pulau Misterius

Di sebuah pulau nan indah, sekelompok muda mudi sedang di randa rasa penasaran tentang dunia ini. Ya, mereka sebenarnya bosan dengan pemandangan lingkungan pulau yang itu-itu saja diliatnya. Rasa penasaran itulah yang membuat mereka kompak, untuk mengarungi samudera yang luas demi memenuhi hasrat rasa ingin tahu itu. Sejak lahir mereka  memang tidak pernah melihat dunia luar, kata orang-orang tua mereka yang juga penghuni pulau itu, dunia ini kejam. Penuh dengan peperangan. Manusia itu serakah dan keji. Lebih serakah dan keji dari hantu-hantu yang pernah kalian lihat.

Share: 

Jumat, 21 Juli 2017

Trawl dan Masa Depan Laut Kita

Sebagai orang yang lahir dan tumbuh besar di pesisiran, saya merasakan bagaimana hidup seorang nelayan. Kelautnya subuh hari misalnya, pulangnya sore. Kadang sore pulang pagi. Kadang juga berminggu hingga berbulan baru pulang dari aktivitas melaut, itulah nelayan, sebuah pekerjaan yang katanya mencari “benda raib”.


Share: 

Sabtu, 08 Juli 2017

Seberapa Pentingkah Pendidikan Itu?

Ada rumor di masyarakatnya, bahwa kata orang sudah banyak orang yang sekolah tinggi-tinggi bahkan banyak sarjana yang nganggur katanya.  Jadi untuk apa sekolah tinggi-tinggi bila tak bekerja. Rumor itu ia tepis dan dianggapnya sebagai angin lalu. Toh, dia berkeyakinan kuat bahwa setiap manusia pasti sudah diberi rejekinya oleh Tuhan.  Ya, rezeki manusia tak akan pernah hilang, tinggal kitanya saja sebagai mana usaha dan doanya.

Share: 

Kamis, 06 Juli 2017

Konspirasi Dibalik Lebel Jomblo

Jujur  saja, saya adalah orang yang bosan dengan lolucon jomblo yang diulang-ulang. Setiap saya lihat lelucon tentang jomblo, saya merasa semua mulai berlebihan. Jomblo seolah dianggap kelas dua. Padahal kenyataannya, yang pacaran tidak jauh lebih bahagia dari jomblo. Saya curiga kalau sebenarnya ada konspirasi dibalik logika semua jomblo pasti ngenes.

Share: 

Sabtu, 24 Juni 2017

Bergeraklah

Belum sempat tergapai segala apa yang dituju. Ini cita-cita yang berkesungguhan. Terserah nantinya akan jadi apa dan seperti apa. Tak tahu sebenarnya jalan ini dilangkah. Pokoknya tetap saja mesti harus bergerak. Ibaratkan perputaran bumi pada porosnya, jika bumi ini berhenti  bergerak mengitari sang matahari, tabrakan antar planet di galaksi bimasakti ini tak kan terhindari. Planet-planet akan bertabrakan dan saling menghantum satu dengan yang lainnya. Tentu ini akan membuat kehancuran bimasakti ini. Begitupun juga dengan manusia. Apabila manusia berhenti dan tidak bergerak melanjutkan perjuangan yang akan dicitakan, tentu akan membuat manusia semakin redup prestasi hidupnya, bahkan bisa menghancurkan kehidupannya.

Share: 

Minggu, 18 Juni 2017

2019, MTQ di Desa Sepok Laut

Sepok Laut adalah desa yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Desa ini merupakan desa pesisir yang potensi perikanannya sangat menjanjikan. Terbukti, banyaknya hasil panen tambak ikan yang hampir berpuluh ton. Tak kalah menariknya, selain perikanan, perkebunan sawit pun sudah ada di daerah ini. Terbukti dengan dibabatnya sebagian hutan daerah Sepok Laut ini. Meskipun itu atas persetujuan warga dan aparatur desa.
 
Share: 

Selasa, 13 Juni 2017

Misi Budaya Om Jack Ki Chan

Apa cuma saya yang merasa ketika nonton film Jack Ki Chan, rasanya hebat banget si om ini dengan segala macam atraksi dan adegan yang sangat memukau. Bahkan, sedari waktu kecil memang sering nonton film-film Jack Ki Chan. Banyak banget film nya, dan saya rasa entah judul dan bagaimana jalan cerita film-filmnya dahulu yang pernah saya tonton.

Sumber disini

Artis papan atas negeri Cina ini yang juga termasuk salah satu aktor termahal di dunia, hampir tiap tahun akan ada film terbarunya. Tentu kita sudah tahu dan sering nonton film-filmnya yang memukau itu. 

Saya pernah baca berita di Pontianak Post di tahun 2011 silam, disitu diberitakan tentang om Jack Ki Chan, tidak akan memainkan film yang bergenre kekerasan lagi. “Dunia ini sudah keras, kenapa pula harus menyajikan adegan-adegan kekerasan dan peperangan pada film-film”. Kata beliau, sebagaimana yang pernah saya ingat ketika membaca koran di waktu pagi itu. 

Adapun beberapa cerita filmnya yang mengampanyekan pentingnya warisan budaya leluhur untuk dirawat dan dijaga kelestariannya agar tak punah. Sebut saja ada film Chinese Zodiac (2012), Dragon Blade (2015), dan Kungfu Yoga (2017). Ini beberapa film yang baru-baru ini saya tonton sekaligus dengan jalan cerita yang “agak sama”. Dalam artian, sama-sama mengampanyekan pentingnya menjaga situs-situs sejarah peninggalan jaman dahulu kala.

Chinese Zodiac (2012)
Sumber disini
Di mulai dari film Chinese Zodiac (2012), film ini menceritan tentang penyelamatan warisan budaya Film dibuka dengan narasi tentang pendudukan tentara asing di Cina pada saat perang candu yaitu salah satunya menyerbu sebuah istana yang berhiaskan patung 12 kepala binatang yang melambangkan zodiac Cina. Dalam zodiac Cina atau biasanya dikenal dengan istilah Shio mempunyai simbol binatang antara lain tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi. Patung-patung ini diambil sebagai harta rampasan perang oleh perwira-perwiranya. Pada akhirnya patung-patung tersebut tersebar ke seluruh pelosok negeri atau hilang tidak ketahuan rimbanya.

Para kolektor barang antik memperebutkan kepala patung-patung tersebut dan berani membayar mahal untuk mendapatkannya baik melalui lelang atau berburu langsung. Lawrence (Oliver Platt) pemilik perusahaan MP berani membayar tinggi orang untuk menemukan patung-patung yang masih belum diketahui keberadaannya dan orang tersebut adalah JC (Jacky Chan). Kontrak dengan bayaran yang mahal untuk mencari 5 buah patung diterima oleh JC. Kelima patung tersebut adalah kepala ayam, tikus, ular, kambing dan Naga. Apalagi dengan iming-iming bila menemukan lengkap kelimanya maka bonus dengan menambahkan angka nol pada digit terakhir bayarannya.

Pesan yang ingin disampaikan dalam film ini adalah benda-benda antik atau pusaka sebuah negara sebaiknya dikembalikan ke negara tersebut, bukan untuk diperjual belikan.

Dragon Blade (2015)
Sumber disini
Pada kisah Film Dragon Blade (2015) terlihat sebuah Roman Legion yang terperangkap dalam sebuah petualangan di China, mereka berpapasan dengan seorang pahlawan China yang dimainkan oleh Chan. Jackie Chan memerankan sebagai Huo An adalah seorang komandan Protection Squad dari Western Regions selama Dinasti Han. Sementara itu, seorang jenderal Romawi berada dalam pelarian, pada misinya untuk menyelamatkan Pangeran (Prince) hingga lolos sampai ke China. Kemudian mereka bergabung untuk melawan musuh besar yang akan mengancam dunia.

Pesan yang ingin disampaikan dalam film adalah bagaimana kita mengampanyekan perdamaian suatu dunia dan hidup berdampingan serta merawat dan menjaga segala tradisi dan hak kita sebagai manusia.

Kungfu Yoga (2017)
Sumber disini
Seorang professor arkeologi  Jack (Jackie Chan) bersama dengan dua asistennya yaitu Xiaoguang (Zhang Yixing) dan Naoumin (Miya Muqi) menemui professor arkeologi muda yaitu Ashmita (Disha Patani) yang berasal dari Insitute penelitian Museum palace Rajasthan, India. Ashmita bermaksud mengajak kerja sama Jack dalam penelitian kerajaan Magadha

Ashmita memberikan sebuah peta untuk diteliti oleh Jack bersama dengan Xiaoguang dan Naoumin. Keesokan harinya Jack mengajak Jones Lee (Aarif Rahman) untuk bergabung. Jones lalu diperkenalkan dengan Ashmita dan adiknya Kyra (Amyra Dastur). Setelah pertemuan tersebut, mereka bersama-sama pergi menuju pegunungan Kunlun.

Tiba di sana mereka memulai mencari harta karun peninggalan kerajaan Magadha. Ketika mereka berusaha untuk menemukan lokasi harta karun tersebut yang berada di bawah sungai, mereka kedatangan Randall (Sonu Sud) yang datang dari India bersama dengan anak buahnya yang sudah lama mengincar harta karun Magadha

Saat mereka berada di bawah lembah Jack bersama lainnya menemukan harta tersebut seketika Randall datang menghampiri terjadi perkelahian antara mereka. Hingga akhirnya Jack diikat bersama dengan lainnya. Sementara Randall pergi meninggalkan mereka dengan membawa berlian Magadha. Jack berusaha membebaskan diri hingga akhirnya Jack dan lainnya berhasil lolos dengan menyelami sungai agar dapat keluar dengan menahan nafas selama 7 menit. 

Dibawah kuil Amala terdapat sebuah kuil emas dan patung dewa Shiva yang cukup megah terbuat dari emas serta tulisan arkeolog mengenai pengobatan yang dibuang oleh anak buah Randall sehingga membuat Jack dan Ashmita marah sehingga terjadi perkelahian antara mereka. Tidak lama kemudian Kyra, Jones, Noumin, dan Xiaoguang datang membantu. Randall dan Jack berdua berduel seketika datang para pendeta datang lalu Jack menjelaskan kepada Randall bahwa kuil ini milik orang banyak sehingga Randall menyadari hal tersebut mereka pun berdamai.  

Pesan yang ingin disampaikan dalam film adalah hendaknya kita mesti menjaga warisan cagar budaya agar semua orang bisa melihat kemegahan dan keindahan kesenian pada zaman dahulu kala.





Share: 

Sabtu, 10 Juni 2017

Dering Hp

Dering HP
Oleh : Rahmat Menong

Gawat. Apa yang akan aku lakukan pada saat situasi seperti ini. Kepalaku seakan mau pecah tatkala memikirkan bagaimana mencari uang buat bayar langganan koran besok. Aku menatap rembulan dari kamar jendela. Kupandangi disekitar perkarangan rumah yang mana kala dirimbuni oleh pepohonan pisang. Nampak beberapa pohon yang sudah berbuah lebat. Ranum sekali pisangnya, rasanya ingin sekali aku mengambil dan mencicipinya. Sesekali aku dengar nyanyian jangkrik di malam hari yang juga menghiasi galaunya malam ini.
Share: 

Senin, 05 Juni 2017

Cerita Tentang Ramadan

Tak terasa puasa udah sepekan lebih dijalani. Susah senang tetap dijalani, namanya juga puasa. Tapi ada yang menarik bagi saya pribadi tentang puasa tahun ini. Boleh dong saya share pengalaman saya berpuasa di tahun ini. Pertama itu saya bisa menyambut puasa di hari pertama sampai ketiga bisa di rumah. Kedua, cuacanya sumpah mendukung banget, sangat berbeda cuaca untuk tiga tahun belakangan yang saya rasa cukup panas di Kota Pontianak.


Share: 

Selasa, 30 Mei 2017

Catatan Sang Pengantin

  Catatan Sang Pengantin
Oleh
Rahmat Menong

Indah masa remaja, sungguh indah. Masa yang tak pernah terulang kembali. Masa yang penuh dengan cita dan cinta. Ini seorang gadis remaja yang penuh cita dan cinta. Sisi namanya. Remaja yang periang. Penuh pesona. Bahagia dengan teman sekolah. Tiada yang mengganggu. Sungguh bahagia.

Share: 

Sabtu, 29 April 2017

Membuat Blog Itu Gampang

Meskipun Meskipun saya bukan ahli apalagi master dalam dunia blog, cukup banyak orang-orang yang bertanya tentang bagaimana cara membuat dan menghasilkan uang dari blog. Awal untuk memulai saya ngeblog ini adalah dikarenakan termotivasi membaca tulisan-tulisan blog orang. Saya lihat, tampilan blog mereka sangat cantik. Hingga kini, saya begitu kagum dengan blog-blog yang banyak dikunjungi, banyak komentar tanya jawabnya, tampilan yang enak dipandang serta mereka yang perpenghasilan hanya dari menulis di blog doang.
Share: 

Jumat, 28 April 2017

Akhirnya Sarjana Ekonomi Juga

Yap, ternyata saya lupa untuk menulis acara wisuda saya pada tanggal 15 April 2017 yang lalu. Tak disangka juga, bisa juga menyandang gelar Sarjana Ekonomi atau singkatan bekennya adalah SE. bila kalian sudah membaca profil singkat saya di bagian Tentang Saya pada menu blog ini, disitu sudah saya tulis bahwa saya ini alumni IAIN Pontianak dengan konsentrasi jurusan kuliahnya Ekonomi Islam.
Share: 

Rabu, 19 April 2017

Untuk Apa Saya Peduli Pilkada Jakarta?

Saya buka twiter hari ini, ternyata top trendingnya adalah tentang pilkada di Jakarta yang paling utama, kemudian disusul oleh beberapa hal yang terkait juga. Kalo membahas tentang pilkada di Jakarta itu tidak ada habisnya, saya yang berdomisili di kota Pontianak ini melihat dan menyaksikan dengan kepala sendiri, hebohnya minta ampun hal yang bernama pilkada DKI Jakarta itu.

Share: 

Pendidikan Bukan Untuk Kerja

Bekerja merupakan berkah dan sekaligus bentuk syukur kita atas Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT Sang Pencipta langit dan bumi, hanya kepada-Nyalah kita berserah diri. Bagi saya pribadi, bekerja itu merupakan rangkaian proses untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus bentuk dari kemandirian dan tanggung jawab seseorang kepada dirinya dan lingkungan.

Share: 

Senin, 10 April 2017

Kamis, 06 April 2017

Perpustakaan Kampus

Perpustakaan Kampus
Oleh: Rahmat Menong

Jangan lupa untuk berbaik sangka dengan seseorang. Itu pesan yang kau ucapkan diwaktu pagi yang cerah tatkala kita sedang asyik-asyiknya membicarakan tentang beberapa foto kegiatan kita di kampus biru ini.

Share: 

Jumat, 31 Maret 2017

Islam dari Pesisir sampai ke Pedalaman di Kalimantan Barat

Kalimantan selalu mendapat tempat yang khusus dalam bayangan orang Barat; hutanlebat, orang hutan dan pemburu kepala (head hunters). Pulau Kalimantan, pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan Papua, terletak ditengah-tengah kepuluana Nusantara. Kalimantan adalah sebuah dataran yang tidak rata dengan hutan tebal, dilalui oleh sungai-sungai seperti Kapuas, Mahakam, Rejang, Baram dan Barito (hal. 1).


Share: 

Jumat, 24 Maret 2017

Kini Saya Jadi Sarjana

Hai, sudah lama banget saya tidak ngepos tulisan di blog saya ini.  Maaf, dikarenakan sedang sibuk di bulan-bulan ini. Adapun kesibukan yang saya maksud adalah saya harus memfokuskan diri untuk menyelesaikan tulisan skripsi saya. Skripsi sebagai momok? Eh, saya rasa tidak juga. Jujur loh, nulis skripsi itu sangat mengasyikan. Beruntunglah bagi mereka yang pernah merasakan asyiknya saat-saat menulis skripsi itu.

Akhirnya selesai juga menempuh pendidikan S1 dengan jangka lima tahun
Share: 

Senin, 13 Maret 2017

Mahasiswa Setengah Dewa

Waw, ini buku yang saya dapati tak kala mana disaat sedang berkunjung ke Perpusda Kalbar. Sebuah buku yang bakal bikin melejit semangat kita dalam berusaha dan berkarya. Dilihat dari judulnya sudah kita ketahui bahwa buku ini emang diperuntukan bagi mahasiswa-mahasiswa dan calon mahasiswa.


Share: 

Sabtu, 11 Maret 2017

Belajar FIlsafat

Hampir tiap dua pekan sekali, saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Perpustakaan Daerah Kalbar. Biasa, soal batas lamanya untuk mengembalikan buku yang dipinjam itu selama 14 hari.  Alhamdulillah saya selalu tepat waktu datang kesini.
Share: 

Kamis, 02 Maret 2017

Senin, 27 Februari 2017

Ngirim Tulisan di Koran

Gagal rencana nulis untuk di koran atau memang sudah ngirim tulisan, lalu terlalu lama atau memang tidak dimuat oleh media yang kita tuju? Alasannya menurut pendapat saya adalah pertama, memang tulisan kita kurang menarik untuk dimuat. Kedua, tulisan kita itu sangat tidak sejalan dengan medianya. Atau mungkin yang terakhir adalah memang sudah kebanyakan yang ngirim, lalu tulisan kita memang sangat dimungkinkan ngantri berkepanjangan. Inilah dilema buat penulis baru yang mencoba ngirmin suatu opini disebuah media.

Share: 

Selasa, 21 Februari 2017

Pesona Pantai Beting Tengah

Kalimantan Barat dengan beragam macam suku budaya serta seni dan wisatanya telah mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Meskipun hanya seberapa, dan alasannya tentu kurangnya informasi tentang keberadaan wisata kalimantan Barat. Nah inilah tugas kita sebagai generasi muda untuk memajukan provinsi tercinta kita ini.
Keceriaan di Pantai Beting Tengah Desa Sepok Laut
Share: