Sabtu, 26 Agustus 2017

Menjadi Wartawan

Halo sahabat semua. Kali ini saya mau cerita tentang hal-hal yang ingin saya lakukan. Adapun hal yang ingin saya lakukan adalah membuat nyata cita-cita yang saya impikan semenjak semester tujuh kuliah dahulu. Bukan tanpa sebab, dengan masuknya saya di Club Menulis di kampus, tiba-tiba hasrat untuk bercita seperti inilah yang saya mesti idamkan.
 
Apalagi saya hobi menulis. Nulis apa saja. Pokoknya mana sesuatu yang seru untuk ditulis, ya saya tulis. Entah itu pengalaman pribadi, catatan perjalanan dan usai mengikuti sebuah event perlombaan menulis.
 
Karena hobi nulis dan tulisan saya posting di blog, dijadikan buku, dan dimuat di media cetak dan online. Oleh karena itulah, tiba-tiba saya ingin kerja dengan fesyion, dalam artian, saya mau hobi saya ini dijadikan pekerjaan buat cari nafkah buat anak bini kelak. Tapi yang terpenting adalah membahagian kedua orang tua dan keluarga terlebih dahulu.

Inilah alasan kenapa saya harus jadi wartawan. Pertama, wartawan itu kerjanya asyik, ketemu dengan orang-orang baru, pengalaman bar dan bisa berbagi tentunya. Kedua, saya rasa wartawan itu juga bekerja untuk keabadian, sebagaimana yang diungkapkan oleh penulis-penulis terkenal.

Kini, harapan itu terasa sirnah di depan mata. Tak tahu saya mau berkata apa dan mau nulis apa. Sejak ditarik untuk bekerja sebagai admin koperasi dan menjadi guru sekolah di desa saya, secara otomatis, akses untuk kemana-mana semakin sempit dan jauh dari jangkauan kota.

Mungkin nanti kelak saya bisa mewujudkan impian saya untuk menjadi wartawan. Semoga. Amin.

Share: 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda