Selasa, 22 Agustus 2017

Tak Ada Sarjana Menganggur

Kerja sudah saya dapatkan. Syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Terima kasih kepada orang-orang yang sudah percaya dengan kemampuan saya ini. Tak perlu repot-repot lagi buat cari sana-sini lowker. Lamar sana-sini pun tak ada. Semua berjalan dengan mulus. Bahkan, kebingungan saya mau kerja dimana. Banyak tawaran kerja juga.


Kita pasti pernah mendengar ungkapan masyarakat, banyak sarjana yang nganggur. Kalo banyak sarjana yang nganggur, lalu untuk apa seseorang kuliah. Toh ujung-ujungnya juga akan menjadi pengangguran juga. akhirnya, banyak anak-anak pintar yang takut untuk sekolah. Mereka lebih memilih untuk kerja dan kerja.

Kalo diingat, ungkapan banyak sajana yang jadi penganggur itu sudah lama saya dengar. Mungkin jaman orang tua saya belum lahir, sudah banyak orang bilang, “banyak sarjana yang nganggur”.

Berita di TV, Radio, koran bahkan di buku yang ditulis orang yang katanya punya usaha besar pun banyak yang bilang. “banyak sarjana yang nganggur”. “hanya kelas tiga SD punya harta yang banyak dan puluhan pulau. Pasti pernah dengar ini. Dan kita pun mengamini ini.

Kalo saya boleh berpendapat, di TV, radio, koran dan buku itu kenapa menyajikan informasi tentang banyak sarjana nganggur dan hanya kelas tiga SD punya harta berlimpah dan puluhan pulau. Sebab berita itu menarik dan keren. Bayangkan hanya kelas tiga SD. Kalo sarjana yang kaya itu sudah banyak coy, sarjana yang menjadi pengusaha itu juga sudah sangat banyak. Jadi untuk apa dibahas lagi. Sangat tak menarik media memberitakan itu apalagi penulis-penulis yang kaya raya itu.

Pengertian Pengangguran
Berbicara tentang pengangguran, ada baiknya kita ketahui apa defenisi pengangguran itu. Menurut KBBI Online, Penganggur/peng·ang·gur/ n orang yang menganggur (yang tidak mempunyai pekerjaan): selama jadi ~ harta bendanya habis dijual untuk makan;~ tersembunyi Pol orang yang bekerja untuk kepentingan sendiri yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada sumber pekerjaannya sehingga apabila sejumlah besar dari mereka berpindah sektor pekerjaan, hasil sektor pekerjaan yang ditinggalkannya itu tidak akan berkurang walaupun tidak diadakan penggantian modal yang berarti; Pengangguran/peng·ang·gur·an/ n hal atau keadaan menganggur: masa setelah perang biasanya menimbulkan banyak ~;~ terbuka pengangguran yang ditunjukkan oleh adanya jumlah penganggur yang nyata (yang mudah dilihat dan dapat dihitung): intensifikasi tambak udang itu menimbulkan ~ terbuka di kalangan petambak.

Menurut Wikipedia, pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Menurut saya pengangguran itu adalah mereka yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam artian, tidak mampu memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani. Orang yang pengangguran juga tidak ada keahlian yang bisa menjadikan dia bermanfaat untuk dirinya. Pengangguran menurut saya juga adalah orang yang tidak bisa memenuhi syarat untuk para pencari kerja. Lapangan kerja saat ini sudah sangat berlimpah.

Jadi, dapat saya simpulkan, pengangguran itu adalah orang yang tidak bisa bekerja. Susah mencari kerja, milih kerja, gensi. Atau bolehlah saya sebut pengangguran itu adalah orang-orang yang tidak mau berusaha/malas.

Dampak Pengangguran Bagi Negara dan Masyarakat
Dampak bagi Negara adalah Penurunan pendapatan perkapita, rendahnya pendapatan dari pajak, meningkatnya beban biaya sosial lalu kemudian akibat dari banyaknya biaya sosial, hutang Negara pun sudah pasti akan bertambah.

Adapun dampaknya bagi masyarakat adalah pengangguran itu dapat menjadi beban psikologis dan psikis, pengangguran juga dapat menghilangkan keterampilan atau skil, sebab tidak digunakan apabila tidak bekerja, pengangguran juga dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

Solusi Untuk Mengatasi Pengangguran Itu Apa?
Yaps, setiap permasalahan pasti ada solusinya. Termasuk soal pengangguran. Nah, untuk mencari solusi dari setiap permasalahan pengangguran, setiap pakar ekonomi sudah tentu memikirkannya jauh-jauh sebelum kita, apalagi saya yang hanya bisa nulis.

Di internet pun juga banyak teori dan tata cara untuk mengatasi pengangguran. Ya, meskipun entah terbukti atau tidak cara yang disebutkan itu. Diantara rangkuman hasil telusur internet tersebut antara lain; membuka lapangan kerja, pemerintah mesti menarik investor untuk membangun suatu daerah, mendorong majunya pendidikan, mengadakan program latihan kerja, meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan, dan mengikuti bisinis online. Itu pun hanya sedikit saya tulis. Masih banyak cara untuk mengatasi pengangguran. 

Tak Ada Istilah Menjadi Penganggur
Saat ini, pemerintah lagi gencar-gencarnya menarik dan mengajak investor untuk membangun negeri ini. Banyak sudah proyek pemerintah dibangun, baik itu dibangun oleh perusahaan asing hingga perusahaan Negara.
Perusahaan swasta pun sudah sangat banyak berdiri di kota-kota. Belum lagi menjamurnya UMKM yang sudah ada yang go internasional, bisnis online yang tak kalah menguntungkan hingga bisnis-bisnis kreatif lainnya.

Kalo sudah begini, masih pantaskah kita bilang banyak orang yang nganggur? Atau bahasa “menghinanya” banyak sarjana yang nganggur. Saya seorang sarjana, dan kalo ada yang bilang banyak sarjana yang menjadi penganggur, tentu saya sangat tersinggung dengan perkataan itu. Terlebih kata itu saya dengar dari orang yang tidak pernah mengenyam bangku kuliah. Maaf dengan paragraph ini.

Ya memang, kalo dilihat-lihat kebanyakan sarjana yang lulus kuliah itu, belum kuliah saat itu juga. tapi saya menjamin, pasti ada kerjaan atau mereka pasti bekerja. Entah di sektor swasta atau negeri. Entah membuka usaha atau menjadi kuli. Pokoknya kerja. Tentu ini, biasanya membutuhkan waktu beberapa tahun dari kelulusan untuk mendapatkan kerja. Tapi begitu banyak sarjana yang baru saja lulus, sudah ditarik kerja di instansi-instasi swasta dan negeri.

Tak ada sarjana yang menjadi pengangguran. Pasti kerja kok. Kalian para siswa, jangan dengar ocehan dengan orang-orang yang pesimis dengan dunia pendidikan kita. buat para mahasiswa, semangat dalam mengejar mimpi dan meraih prestasi. Saya tekankan tak ada sarjana yang menjadi pengangguran.
Share: 

4 komentar:

  1. Betul sekali. :) Justru ketika kepepet, biasanya sarjana bisa kreatif dan menciptakan usaha sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak terima aja, pas dengar orang suka ngomong banyak sarjana yg jadi pengangguran.

      Hapus
  2. Sedihnya, kalimat itu biasanya ditujukan ke cewek.:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak juga Mbak, pokoknya sarjana, baik cowok maupun cewek. Saya justru bangga, kalo dpt istri yang juga sudah sarjana.Semoga. Amin.

      Hapus

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda